SISTEM 2/1 GAME FORCE – ROBOT GIB BBO
Panduan Sistem Bidding GIB dan Konvensi yang Digunakannya
Dirapikan dan disusun kembali oleh Bert Toar Polii
1. RINGKASAN SISTEM
Robot GIB (Bridge Intelligent Gameplayer) di BBO menggunakan sistem 2/1 Game Force dengan beberapa karakteristik utama:
- Pembukaan 1♥ dan 1♠ umumnya menunjukkan minimal 5 kartu.
- 2/1 Game Force digunakan sebagai respons terhadap pembukaan 1♥ atau 1♠.
- 1NT menunjukkan balanced hand dengan 15–17 HCP, dan masih mungkin memiliki 5 kartu mayor.
- Jump shift kuat menunjukkan tangan dengan kekuatan sekitar 17+ poin, tergantung struktur dan kontrol.
- Pembukaan 2♣ adalah artificial dan kuat, sekitar 22+ HCP.
- Pembukaan 2♦, 2♥, dan 2♠ menunjukkan weak two yang disiplin.
- Pembukaan 2NT menunjukkan balanced hand dengan 20–21 HCP.
HCP dan Total Points
GIB menggunakan dua cara penilaian tangan.
HCP dihitung dengan metode standar:
- Ace = 4
- King = 3
- Queen = 2
- Jack = 1
Selain itu GIB juga menggunakan Total Points, yaitu HCP ditambah nilai distribusi:
- Void = +3
- Singleton = +2
- Doubleton = +1
Namun, kartu pendek yang mengandung honor dapat mengurangi nilai distribusinya sebesar 1 poin.
Sebagai pedoman umum, GIB menganggap game dapat dipaksakan apabila gabungan kedua tangan diperkirakan memiliki sekitar 25 Total Points.
2. PEMBUKAAN
1♣
Pembukaan 1♣ dapat dilakukan dengan tiga kartu dalam beberapa distribusi balanced, seperti 4-3-3-3, 3-4-3-3, atau 4-4-2-3.
Respons 2♣ bersifat forcing dan merupakan Inverted Minor Raise.
1♦
Pembukaan 1♦ biasanya menunjukkan minimal 4 kartu, kecuali pada distribusi tertentu seperti 4-4-3-2.
Dengan 4-4 di kedua minor, pembukaan dilakukan dengan 1♦.
Respons 2♦ merupakan Inverted Minor dan forcing.
Respons 2♣ bersifat forcing to game.
1♥ dan 1♠
Pembukaan mayor umumnya menunjukkan minimal 5 kartu.
Dengan distribusi 5-5 dalam spade dan club, pembukaan dilakukan dengan 1♠.
Kenaikan langsung:
1M – 2M
menunjukkan sekitar 7–10 poin.
Respons 1NT bersifat forcing.
GIB juga menggunakan Jacoby 2NT serta Splinter dalam perkembangan setelah pembukaan mayor.
1NT
Menunjukkan balanced hand dengan 15–17 HCP.
GIB masih memungkinkan tangan dengan 5 kartu mayor untuk membuka 1NT. Dalam sistem GIB, tangan 17 HCP dengan 5 kartu mayor diperlakukan sebagai 18 HCP.
2♣
Artificial dan kuat, menunjukkan sekitar 22+ HCP.
2♦, 2♥, 2♠
Weak Two yang relatif disiplin dan biasanya memiliki honor dalam suit yang dibuka.
2NT
Balanced hand dengan 20–21 HCP, dan masih mungkin mempunyai 5 kartu mayor.
3. RESPONS DAN REBID
Beberapa prinsip penting dalam bidding GIB:
- Rebid dengan jump setelah respons menunjukkan minimal 6 kartu dan sekitar 17–20 HCP.
- Rebid mayor setelah respons 2/1 tidak selalu menjamin 6 kartu pada suit tersebut.
- Jacoby 2NT digunakan setelah pembukaan mayor.
- Kenaikan suit responder biasanya menunjukkan 4 kartu, tetapi dalam situasi tertentu dapat dilakukan dengan hanya 3 kartu.
4. COMPETITIVE BIDDING
GIB menggunakan sejumlah metode standar dalam bidding kompetitif.
Overcall Level 1
Overcall level 1 umumnya menunjukkan:
- minimal 5 kartu;
- sekitar 8–17 HCP;
- sekitar 9–19 Total Points.
Namun, GIB dapat melakukan overcall 1♥ atau 1♠ dengan hanya 4 kartu apabila suit tersebut sangat kuat.
Metode yang digunakan
GIB menggunakan:
- Law of Total Tricks
- Takeout Double sampai level tertentu
- Negative Double
- Responsive Double
- Support Double
- Weak Jump Overcall
- Cappelletti/Hamilton setelah lawan membuka 1NT
- Lebensohl
- Michaels Cue-Bid
- Unusual 2NT
- Unusual over Unusual
- Sandwich 1NT
- Truscott/Jordan 2NT setelah partner melakukan double.
Weak jump overcall bersifat agresif dan berada pada kisaran 3–9 HCP, dengan pertimbangan terhadap vulnerability.
5. KONVENSI LAINNYA
GIB juga menggunakan:
- Fourth Suit Forcing
- New Minor Forcing
- Roman Keycard Blackwood
- Soloway Strong Jump Shift
- Reverse Drury
Sebaliknya, beberapa konvensi tidak digunakan GIB, antara lain:
- Gambling 3NT
- Namyats
- Bergen dan Reverse Bergen Raises
- DONT
- Puppet Stayman.
6. TWO-WAY GAME TRY
Setelah partner melakukan kenaikan mayor, GIB menggunakan Two-Way Game Try.
Ada dua jenis game try utama:
Short-Suit Game Try
Bidding pada langkah pertama setelah kenaikan mayor menunjukkan adanya shortage, tetapi belum menunjukkan suit mana.
Contoh:
1♥ – 2♥ – 2♠
atau
1♠ – 2♠ – 2NT
Responder dapat melakukan langkah berikutnya untuk menanyakan letak shortage tersebut.
Long-Suit Game Try
Bidding lain di bawah level 3 dari mayor menunjukkan Long-Suit Game Try.
Suit tersebut biasanya memiliki minimal 3 kartu dan beberapa honor.
General Strength Game Try
Bidding 3♥ atau 3♠ menunjukkan game try berdasarkan kekuatan umum, sekitar 17 poin, tanpa singleton atau void.
7. ROMAN KEYCARD BLACKWOOD
4NT digunakan sebagai Roman Keycard Blackwood (RKCB), bukan Blackwood biasa.
Perbedaannya penting: RKCB menanyakan Keycard, bukan hanya Ace.
Ada lima Keycard:
- 4 Ace
- King dari trump suit yang telah disepakati.
Jika trump suit belum jelas, King dari suit terakhir yang ditawar biasanya dianggap sebagai Keycard kelima.
GIB menggunakan metode respons 0314:
| Respons | Arti |
|---|---|
| 5♣ | 0 atau 3 Keycard |
| 5♦ | 1 atau 4 Keycard |
| 5♥ | 2 atau 5 Keycard, tanpa Queen trump |
| 5♠ | 2 atau 5 Keycard + Queen trump |
| 5NT | Jumlah Keycard genap + void |
| 6x | Jumlah Keycard ganjil + void |
Aturan khusus digunakan untuk menentukan suit void apabila respons 5NT atau 6-level digunakan.
Queen Ask
Setelah respons 5♣ atau 5♦, bidder 4NT dapat menggunakan langkah berikutnya yang bukan merupakan sign-off untuk menanyakan Queen of Trumps.
- Menawar trump pada level terendah = tidak mempunyai Queen.
- Menawar suit baru = mempunyai Queen plus King pada suit tersebut.
- 5NT = mempunyai Queen tetapi tidak memiliki side King yang dapat ditunjukkan di bawah level 6 trump.
King Ask
Bidding 5NT berikutnya oleh pemain yang melakukan RKCB meminta specific King.
Jika responder mempunyai King yang dapat ditunjukkan, ia menawar suit tersebut pada level 6. Jika mempunyai lebih dari satu King, ia menunjukkan King dengan ranking paling rendah.
DOPI
Jika lawan melakukan intervensi setelah 4NT, GIB menggunakan DOPI:
- Double = 0 Keycard
- Pass = 1 Keycard
Untuk Blackwood biasa, prinsip yang sama berlaku terhadap jumlah Ace.
8. SETELAH PEMBUKAAN 1NT
Bagian ini merupakan salah satu bagian terlengkap dalam sistem GIB.
Jika lawan melakukan overcall 2♣ Cappelletti, maka:
Double = Stayman
dan bidding lainnya mengikuti struktur sistem.
Jika lawan melakukan double terhadap 1NT, sistem tetap aktif. Redouble digunakan untuk mencari minor sebagai tempat bermain. Pembuka wajib menawar 2♣, kemudian responder dapat pass atau mengoreksi ke 2♦.
Setelah intervensi lainnya, digunakan Lebensohl.
2♣ – Stayman
Menunjukkan minimal satu 4-card major, kecuali dalam situasi tertentu ketika responder ingin mengundang 3NT.
Setelah 2♣–2♦:
- 2♥/2♠ = invitational, 5 kartu pada suit tersebut dan 4 kartu pada major lainnya.
- 2NT = invitational.
- 3♣/3♦ = 5+ kartu, game forcing.
- 3♥/3♠ = Smolen, game forcing.
- 4NT = invitational menuju 6NT.
9. JACOBY TRANSFER
Setelah 1NT:
2♦ = transfer ke ♥
Pembuka biasanya menawar 2♥, tetapi dapat melakukan super-accept dengan maksimum dan 4-card support.
2♥ = transfer ke ♠
Pembuka biasanya menawar 2♠, dengan kemungkinan super-accept dalam kondisi yang ditentukan sistem.
Perkembangan setelah transfer memungkinkan responder menunjukkan:
- invitational hand;
- game forcing;
- 5-5;
- 6-card major;
- singleton/void;
- slam interest;
- pilihan antara major game dan 3NT;
- serta RKCB.
10. MINOR-SUIT STAYMAN DAN MINOR TRANSFER
2♠ = Minor Suit Stayman
Biasanya menunjukkan distribusi minimal 5-4 pada minor dan bersifat game forcing.
2NT = transfer ke ♣
Menunjukkan minimal 6 kartu club dan opener wajib menawar 3♣.
3♣ = transfer ke ♦
Menunjukkan minimal 6 kartu diamond dan opener wajib menawar 3♦.
11. SPLINTER SETELAH 1NT
Bidding:
3♦ / 3♥ / 3♠
menunjukkan singleton atau void pada suit yang ditawar, minimal 4 kartu pada tiga suit lainnya, tidak mempunyai 5-card major, dan bersifat game forcing.
Sedangkan:
4♣ = Gerber
4♦ = Texas Transfer ke ♥
4♥ = Texas Transfer ke ♠
4NT = Invitational to 6NT
5NT = Invitational to 7NT.
12. SETELAH PEMBUKAAN 2NT
Strukturnya pada dasarnya mirip dengan struktur setelah 1NT, tetapi seluruh bidding dinaikkan satu level.
3♣ = Stayman
3♦ = Jacoby Transfer ke ♥
3♥ = Jacoby Transfer ke ♠
3♠ = Minor Suit Stayman
Kemudian:
4♣ = Gerber
4♦ = Texas Transfer ke ♥
4♥ = Texas Transfer ke ♠
4NT = Invitational to 6NT
5NT = Invitational to 7NT.
13. SOLOWAY STRONG JUMP SHIFT
GIB menggunakan Soloway Strong Jump Shift oleh unpassed hand dalam uncontested auction.
Jump shift menunjukkan salah satu dari empat tipe tangan berikut:
Tipe 1
Suit kuat yang dapat ditawar ulang, 17+ Total Points, minimal 4 controls, dan tidak memiliki side 4-card suit.
Tipe 2
Solid suit, 17+ Total Points, minimal 4 controls, dan mungkin memiliki side 4-card suit.
Tipe 3
Rebidable suit, 18+ HCP, minimal 4 controls, dengan distribusi 5-3-3-2 atau 6-3-2-2.
Tipe 4
Rebidable suit, 17+ Total Points, minimal 4 controls, serta 4-card support untuk opening suit.
Strong jump shift hanya berlaku dari level 1 menuju suit yang lebih tinggi pada level 2.
Jump ke suit yang lebih rendah pada level 3 bersifat natural dan invitational.
Pada bidding berikutnya, jump shifter akan menjelaskan tipe tangannya melalui rebid.
- Tipe 1 atau 2: rebid suit sendiri.
- Tipe 3: rebid atau raise NT.
- Tipe 4: mendukung suit opener atau menunjukkan shortage.
14. REVERSE DRURY
GIB menggunakan Reverse Drury satu arah ketika partner membuka major dalam posisi ketiga atau keempat.
Respons:
2♣ = Reverse Drury
menunjukkan:
- minimal 3-card support;
- sekitar 11–12 Total Points;
- invitational values.
Reverse Drury tidak digunakan setelah terjadi intervensi.
- Setelah double, digunakan Jordan/Truscott 2NT untuk menunjukkan limit raise.
- Setelah overcall, cue-bid digunakan untuk menunjukkan support.
- 2♣ kembali menjadi natural.
Rebid opener kemudian membedakan antara minimum, maksimum, balanced hand, singleton, void, dan distribusi tertentu.
15. CATATAN TENTANG VULNERABILITY
Vulnerability tidak terlalu memengaruhi sebagian besar keputusan opening dan overcall GIB.
GIB terutama mempertimbangkan vulnerability ketika:
- memutuskan apakah akan mempertahankan double untuk penalty;
- mengambil keputusan kompetitif pada level tinggi;
- melakukan simulasi;
- memperkirakan expected value dari berbagai kemungkinan hasil.
Namun, beberapa keputusan seperti penggunaan Michaels dan Unusual 2NT secara eksplisit mempertimbangkan vulnerability dan diputuskan berdasarkan situasi.
PENUTUP
Sistem 2/1 Game Force GIB BBO ternyata jauh lebih kompleks daripada sekadar sistem 2/1 standar. Di dalamnya terdapat kombinasi antara struktur bidding 2/1, berbagai transfer setelah NT, competitive conventions, Soloway Strong Jump Shift, Reverse Drury, Two-Way Game Try, RKCB, DOPI, serta banyak treatment khusus yang digunakan oleh robot GIB.
Tujuan tulisan ini bukan untuk mengubah sistem GIB, melainkan menata kembali dan menjelaskan sistem tersebut dengan bahasa yang lebih mudah dipahami pemain bridge Indonesia.
Dengan memahami struktur dasarnya, pemain dapat lebih mudah membaca dan mengikuti bidding ketika bermain bersama robot GIB di BBO, sekaligus mengetahui mengapa robot mengambil keputusan bidding tertentu.

No comments:
Post a Comment