Mengapa Disebut Bridge? Ternyata Ada Makna yang Indah di Balik Namanya
Oleh : Bert Toar Polii - Tukang Bridge
Pertanyaan ini datang dari seorang penggemar bridge dari Kuala Lumpur: “Why the name bridge? Any significance? A bridge is a mechanism to go from one place to another conveniently.”
Pertanyaan sederhana, tetapi sebenarnya sangat menarik. Mengapa permainan kartu yang dimainkan oleh empat orang ini disebut bridge? Apakah ada hubungan antara nama permainan ini dengan sebuah jembatan?
Jawabannya menarik karena, meskipun asal-usul historis nama bridge tidak sesederhana “dinamakan demikian karena jembatan menghubungkan dua tempat”, kata bridge ternyata sangat cocok menggambarkan hakikat permainan ini.
Dari Biritch menjadi Bridge
Secara historis, bridge modern berkembang dari berbagai permainan trick-taking yang lebih tua, terutama Whist. Pada abad ke-19 muncul permainan yang dikenal sebagai Biritch, yang sering disebut juga sebagai Russian Whist. Dari perkembangan dan perubahan berbagai bentuk permainan tersebut, istilah bridge kemudian semakin dikenal dan akhirnya menjadi nama permainan yang kita kenal sekarang.
Jadi, secara sejarah, kita harus berhati-hati untuk mengatakan bahwa nama bridge secara resmi diberikan karena makna “jembatan”.
Namun menariknya, makna kata bridge justru sangat sesuai dengan karakter permainan ini.
Bridge adalah Jembatan
Kalau kita melihat arti sebuah jembatan, fungsinya adalah menghubungkan dua tempat yang terpisah.
Ada sungai, lembah, jalan raya atau hambatan lain di antara dua sisi. Jembatan membuat kita dapat berpindah dari satu sisi ke sisi lainnya.
Dalam bridge, hal yang sama terjadi dalam bentuk yang jauh lebih abstrak.
Dua pemain yang menjadi pasangan duduk berhadapan. Mereka memiliki kartu masing-masing dan tidak boleh saling menunjukkan kartunya. Mereka juga tidak boleh berbicara secara bebas mengenai isi tangan mereka.
Tetapi mereka harus bekerja sebagai satu kesatuan.
Bagaimana caranya?
Mereka membangun sebuah jembatan komunikasi melalui bidding.
Bidding: Jembatan antara Dua Pikiran
Inilah salah satu keindahan bridge.
Ketika saya memegang kartu tertentu, saya tidak bisa mengatakan kepada partner:
“Saya punya lima spade, empat heart, singleton diamond dan 16 HCP.”
Sebaliknya, saya harus menggunakan bahasa yang telah disepakati—bid.
Partner kemudian menerjemahkan bid tersebut berdasarkan sistem dan konvensi yang kami gunakan.
Dengan demikian, bidding menjadi semacam jembatan informasi antara dua pikiran.
Informasi tidak disampaikan secara langsung, tetapi melalui sebuah sistem komunikasi yang terstruktur.
Semakin baik pasangan memahami sistem dan cara berpikir masing-masing, semakin kuat pula jembatan komunikasi yang mereka bangun.
Bridge Juga Menghubungkan Manusia
Ada makna lain yang menurut saya bahkan lebih indah.
Bridge bukan hanya menghubungkan partner dengan partner.
Bridge menghubungkan manusia dengan manusia.
Di meja bridge kita bisa menemukan orang dari berbagai negara, bahasa, budaya dan latar belakang.
Seorang pemain Indonesia dapat duduk berpasangan dengan pemain dari Malaysia. Pemain dari Jepang bisa bertanding melawan pemain dari Amerika. Mereka mungkin tidak berbicara bahasa yang sama dengan lancar.
Tetapi mereka memiliki satu bahasa universal:
Bridge.
Kartu-kartu yang sama, sistem bidding, aturan permainan dan etika di meja menjadi bahasa bersama.
Itulah sebabnya saya sering melihat bridge bukan sekadar permainan kartu, tetapi juga sebagai jembatan antarbangsa dan antarmanusia.
Bridge Mengatasi “Jurang” Informasi
Ada satu lagi makna yang menarik.
Dalam bridge, kita selalu menghadapi ketidakpastian.
Kita hanya mengetahui 13 kartu milik kita sendiri. Sebanyak 39 kartu lainnya berada di tangan tiga pemain lain.
Artinya, kita harus mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tidak lengkap.
Di sinilah kita kembali kepada metafora jembatan.
Sebuah jembatan memungkinkan kita melewati sebuah jurang.
Dalam bridge, kita harus membangun “jembatan” dari informasi yang terbatas untuk mencapai keputusan yang tepat.
Bidding memberikan sebagian informasi.
Play memberikan informasi tambahan.
Cara lawan melakukan lead memberikan petunjuk.
Cara mereka memainkan kartu juga memberikan petunjuk.
Sedikit demi sedikit, seorang pemain membangun gambaran mengenai kartu yang tidak terlihat.
Partnership: Dua Orang, Satu Pikiran
Bridge juga mengajarkan sesuatu yang sangat penting tentang partnership.
Dalam banyak olahraga, keberhasilan seorang pemain bisa sangat bergantung pada kemampuan individunya.
Dalam bridge, kemampuan individu memang penting, tetapi kerja sama pasangan jauh lebih penting.
Partner yang hebat bukan hanya partner yang mempunyai kemampuan teknis tinggi.
Partner yang hebat adalah orang yang mampu membuat kita bermain lebih baik.
Kita harus belajar mempercayai partner, memahami cara berpikirnya, menerima kesalahan dan tetap berkomunikasi dengan baik.
Dengan kata lain, kita harus terus memperkuat jembatan yang menghubungkan dua pemain.
Kalau jembatan itu kuat, partnership menjadi kuat.
Kalau komunikasi runtuh, partnership pun ikut runtuh.
Dari Jembatan Fisik Menjadi Jembatan Persahabatan
Mungkin inilah alasan mengapa bridge bisa bertahan begitu lama dan dimainkan di hampir seluruh dunia.
Orang datang ke meja bridge sebagai orang asing.
Setelah beberapa jam bermain, mereka bisa menjadi teman.
Bahkan persahabatan yang dimulai di meja bridge dapat berlangsung selama puluhan tahun.
Turnamen internasional memperlihatkan hal ini dengan sangat jelas. Para pemain datang dari berbagai negara untuk berkompetisi, tetapi di luar meja mereka sering makan bersama, berbicara, bertukar pengalaman dan menjalin persahabatan.
Bridge menjadi jembatan yang menghubungkan mereka.
Jadi, Mengapa Namanya Bridge?
Secara sejarah, nama bridge memang memiliki perjalanan yang panjang dan tidak dapat dijelaskan hanya dengan mengatakan bahwa permainan ini dinamakan “bridge” karena sebuah jembatan menghubungkan dua tempat.
Tetapi secara filosofis, saya justru merasa nama tersebut sangat sempurna.
Bridge menghubungkan:
Partner dengan partner.
Informasi dengan keputusan.
Pikiran dengan pikiran.
Pemain dengan pemain.
Negara dengan negara.
Dan akhirnya, manusia dengan manusia.
Mungkin itulah salah satu keindahan terbesar dari permainan ini.
Sebuah jembatan bukan hanya benda yang memungkinkan kita pergi dari satu tempat ke tempat lain.
Jembatan membuat dua sisi yang sebelumnya terpisah menjadi terhubung.
Dan bukankah itulah yang sebenarnya dilakukan oleh permainan bridge?
Terima kasih kepada penggemar bridge dari Kuala Lumpur yang mengajukan pertanyaan sederhana tetapi sangat menarik ini. Kadang-kadang, sebuah pertanyaan pendek justru membawa kita untuk melihat kembali permainan yang kita cintai dari sudut pandang yang berbeda.
Bridge is more than a card game. It is a bridge.

No comments:
Post a Comment