MASTER POINT ONLINE WORLD BRIDGE FEDERATION
Ketika Database Berhenti di 2023, tetapi Kompetisi Online Terus Berjalan
Oleh: Bert Toar Polii – Tukang Bridge
Setelah membahas sejarah Master Points World Bridge Federation dan daftar pemain Indonesia yang memiliki gelar WBF, ada satu perkembangan yang tidak boleh kita lewatkan:
ONLINE MASTER POINTS
Bridge online telah menjadi bagian penting dari perkembangan bridge dunia.
Pemain tidak lagi harus selalu datang ke meja bridge secara fisik untuk mengikuti kompetisi internasional.
Dengan komputer dan koneksi internet, pemain dari Indonesia dapat bertanding melawan pemain dari berbagai negara.
Bahkan World Bridge Federation telah mempunyai sistem resmi untuk memberikan WBF Online Bridge Points (WOBP) kepada pemain dalam kompetisi online yang mendapatkan lisensi WBF.
Tetapi ketika kita mencoba menelusuri database online WBF, muncul sebuah persoalan yang cukup membingungkan.
Data yang terlihat di database WBF berhenti pada November 2023.
Ini bukan dugaan.
Situs resmi WBF Master Points sendiri menyatakan bahwa database tersebut menampilkan Master Points sampai November 2023 dan untuk poin setelah itu pengguna diminta melihat situs utama WBF.
Dengan demikian, kita harus berhati-hati ketika mengatakan:
“Ini adalah jumlah Online Master Points seorang pemain saat ini.”
Bisa jadi angka tersebut sebenarnya adalah data lama yang belum mencakup prestasi online setelah November 2023.
1. APA ITU WBF ONLINE BRIDGE POINTS?
World Bridge Federation membedakan Master Points berdasarkan jenis permainan.
Untuk bridge konvensional yang dimainkan di meja, WBF mempunyai Master Points untuk:
Open
Women
Senior
Mixed
Youth
Selain itu ada Placing Points dan Year Points.
Untuk bridge online, WBF mempunyai sistem:
WBF ONLINE BRIDGE POINTS — WOBP
WOBP diberikan untuk event online yang memperoleh lisensi WBF.
Jadi tidak setiap turnamen online otomatis menghasilkan WOBP.
Harus ada pengakuan atau lisensi WBF.
2. SISTEM POIN ONLINE WBF
WBF mempunyai skala khusus untuk kompetisi online.
Untuk tujuh posisi teratas, skala dasarnya adalah:
| Peringkat | Persentase poin maksimum |
|---|---|
| Juara | 100% |
| Runner-up | 70% |
| 3 | 50% |
| 4 | 40% |
| 5 | 30% |
| 6 | 20% |
| 7 | 10% |
Tetapi ada ketentuan penting:
Poin hanya diberikan kepada paling banyak separuh peserta.
Artinya, kalau ada 14 pasangan, poin paling rendah dapat diberikan sampai peringkat 7.
Prinsip ini juga terlihat pada Master Point Tables WBF untuk kompetisi fisik: pemain memperoleh MP tidak lebih dari setengah jumlah peserta dalam kategorinya.
3. JUMLAH POIN TERGANTUNG PANJANG PERTANDINGAN
Untuk pertandingan pairs atau individual:
8–11 boards
Juara memperoleh:
5 WOBP
12–18 boards
Juara memperoleh:
12 WOBP
Lebih dari 18 boards
Juara memperoleh:
15 WOBP
Sedangkan untuk pertandingan teams:
12–18 boards
Juara memperoleh:
15 WOBP
Lebih dari 18 boards
Juara memperoleh:
18 WOBP
Peringkat berikutnya mendapatkan persentase sesuai skala WBF Online Bridge Points.
4. WOBP TIDAK SAMA DENGAN MASTER POINT BIASA
Ini adalah hal yang sangat penting.
WBF menyatakan secara tegas:
Tidak ada konversi antara WOBP dengan WBF Master Points atau WBF Year Points.
Alasannya adalah WBF menganggap karakteristik bridge online dan bridge konvensional berbeda sehingga tidak ada rasio konversi yang masuk akal.
Jadi:
WBF MASTER POINT
berbeda dengan
WBF ONLINE BRIDGE POINT
dan keduanya tidak boleh dijumlahkan.
5. WBF MEMBERIKAN GELAR KHUSUS UNTUK ONLINE
Yang menarik, WBF bukan hanya memberikan poin.
WBF juga mempunyai gelar khusus online.
WOTP
WBF Online Tournament Player
Diperoleh ketika seorang pemain mengumpulkan:
500 WOBP
Namun gelar ini berkaitan dengan jumlah WOBP yang masih dimiliki pemain karena adanya depresiasi.
6. WOBM
Tingkat berikutnya:
1.000 WOBP
memberikan gelar:
WBF ONLINE BRIDGE MASTER
atau:
WOBM
Gelar ini berlaku seumur hidup.
7. WOBIM
Tingkat berikutnya:
2.500 WOBP
memberikan gelar:
WBF ONLINE BRIDGE INTERNATIONAL MASTER
atau:
WOBIM
Gelar ini juga berlaku seumur hidup.
Dengan demikian, secara sederhana jenjang online adalah:
500 WOBP → WOTP
1.000 WOBP → WOBM
2.500 WOBP → WOBIM
8. ADA DEPRESIASI
Sistem online WBF juga mengenal depresiasi.
WOBP yang diperoleh pemain akan mengalami pengurangan nilai sebesar:
10% per tahun
menurut aturan yang ditampilkan dalam halaman WBF Online Master Points.
Hal ini menjelaskan mengapa seseorang bisa pernah memperoleh jumlah poin yang besar dalam sebuah event, tetapi angka yang terlihat sebagai current total di database dapat jauh berbeda.
Dan ini membawa kita kepada kasus yang sangat menarik.
9. TRACY AWUY POLII
Salah satu pemain Indonesia yang paling mudah kita temukan dalam database online WBF adalah:
TRACY AWUY POLII
WBF Code: INA&500139
BBO: Tresi
Dalam database WBF Online Master Points, Tracy tercatat dengan:
CURRENT TOTAL: 79 ONLINE MASTER POINTS
dan berada di:
RANKING 81
dalam daftar yang ditampilkan database tersebut.
Tetapi angka 79 ini tidak boleh langsung kita artikan sebagai:
“Tracy hanya pernah memperoleh 79 Online Master Points.”
Justru riwayat event membuktikan sebaliknya.
10. TRACY JUARA AUTUMN FESTIVAL 2021
Dalam daftar resmi WBF Women's Bridge Club, Tracy tercatat sebagai:
JUARA 1
pada:
WBF Women's Online Autumn Festival 2021
dan memperoleh:
200 ONLINE MASTER POINTS
Ia berada di atas Luminita Lupu dari Romania dan Connie Marfell dari Amerika Serikat.
Ini merupakan prestasi luar biasa.
Seorang pemain Indonesia menjadi juara festival online WBF kategori Women.
11. TRACY JUGA PODIUM PADA SPRING FESTIVAL 2021
Beberapa bulan sebelumnya, Tracy juga tampil sangat baik pada:
WBF Women's Online Spring Festival — April 2021
Ia menempati:
PERINGKAT 3
dan memperoleh:
100 ONLINE MASTER POINTS.
Jadi pada 2021 saja Tracy mempunyai dua prestasi besar:
Spring Festival — peringkat 3
Autumn Festival — juara 1
Ini menunjukkan bahwa keberhasilannya bukan kebetulan.
12. ERINDA NETTIN
Tracy bukan satu-satunya pemain Indonesia.
Dalam arsip WBF Women's Bridge Club, Erinda Nettin tercatat:
Spring Festival 2019
Peringkat 7
dengan:
20 Online Master Points.
13. GITHA WAHJUNI
Nama lain yang tercatat adalah:
Githa Wahjuni
Dalam:
WBF Women's Online Autumn Festival 2015
Githa menempati:
Peringkat 12
dan memperoleh:
10 Online Master Points.
14. JEZZICA ZHAZHA
Dalam festival yang sama pada 2015, Jezzica Zhazha juga masuk daftar penerima poin.
Ia berada di:
Peringkat 20
dan memperoleh:
2 Online Master Points.
15. NI PUTU MIRNA WATI
Nama Indonesia lain yang menarik adalah:
Ni Putu Mirna Wati
Dalam WBF Women's Online Autumn Festival 2021, ia tercatat pada:
Peringkat 17
dengan:
5 Online Master Points.
Jadi arsip WBF menunjukkan bahwa pemain Indonesia sebenarnya sudah cukup lama aktif dalam kompetisi online internasional.
16. DAFTAR SEMENTARA PEMAIN INDONESIA YANG TERIDENTIFIKASI
Dari arsip WBF Women's Bridge Club yang berhasil diverifikasi, kita mendapatkan setidaknya:
| Pemain | Event | Peringkat | Online MP |
|---|---|---|---|
| Tracy Awuy Polii | Spring 2021 | 3 | 100 |
| Tracy Awuy Polii | Autumn 2021 | 1 | 200 |
| Erinda Nettin | Spring 2019 | 7 | 20 |
| Githa Wahjuni | Autumn 2015 | 12 | 10 |
| Jezzica Zhazha | Autumn 2015 | 20 | 2 |
| Ni Putu Mirna Wati | Autumn 2021 | 17 | 5 |
Ini bukan daftar lengkap seluruh pemain Indonesia yang mempunyai WOBP.
Ini baru pemain yang dapat kita identifikasi dari daftar festival yang dipublikasikan WBF Women's Bridge Club.
17. MASALAH BESAR: DATABASE WBF BERHENTI DI NOVEMBER 2023
Di sinilah artikel kita menjadi lebih menarik.
Situs WBF Master Points sendiri menyatakan:
Database tersebut menunjukkan WBF Master Points sampai November 2023 dan untuk poin setelah itu pengguna diminta melihat situs utama WBF.
Artinya, jika seorang pemain:
aktif pada 2024,
aktif pada 2025,
atau bahkan
aktif pada 2026,
prestasinya belum tentu terlihat dalam database online lama tersebut.
Ini sangat penting.
18. JADI BUKAN BERARTI WBF TIDAK MEMBERIKAN POIN LAGI
Kita harus membedakan dua hal.
DATABASE LAMA
dan
SISTEM PEMBERIAN POIN WBF SAAT INI.
WBF masih menyelenggarakan event online dan masih memberikan WBF Online Master Points.
Contohnya adalah:
WBF Women's Online Spring Festival 2026
Event tersebut berlangsung:
13–19 April 2026
melalui BBO.
WBF secara resmi menyebut bahwa:
20 pemain terbaik
akan memperoleh:
WBF Online Master Points.
Jadi kompetisinya masih berjalan.
Yang bermasalah adalah database lama yang terbuka untuk publik tidak lagi menjadi sumber lengkap untuk periode setelah November 2023.
19. INILAH YANG MEMBUAT PEMAIN INDONESIA BISA “TERLIHAT TERTINGGAL”
Bayangkan seorang pemain Indonesia memperoleh:
20 Online Master Points pada 2024
dan
30 Online Master Points pada 2025.
Kalau kita hanya melihat database lama yang berhenti November 2023, kita tidak akan menemukan tambahan tersebut.
Akibatnya pembaca bisa menyimpulkan:
“Pemain ini tidak aktif online.”
Padahal mungkin ia justru aktif.
Karena itu:
DATABASE BUKAN SELALU SAMA DENGAN PRESTASI TERKINI.
20. eBRIDGE CUP MENAMBAH DIMENSI BARU
Perkembangan online bridge sekarang bahkan sudah lebih jauh.
WBF tidak hanya menyelenggarakan festival online.
Ada pula:
eBRIDGE CUP
Kompetisi ini menghubungkan:
online bridge
dengan
kompetisi live.
Ini sangat penting karena menunjukkan bahwa online bridge bukan lagi sekadar pelengkap.
Online dapat menjadi jalan menuju kompetisi dunia.
21. DARI KOMPUTER KE PANGGUNG DUNIA
Perjalanan seorang pemain sekarang bisa menjadi:
Kualifikasi online
↓
Semifinal
↓
Final
↓
World Bridge Series
Ini adalah perubahan besar dalam cara pemain dapat membangun karier bridge internasional.
Bagi Indonesia, model seperti ini sangat menarik karena salah satu hambatan terbesar kita adalah:
BIAYA.
Perjalanan ke Eropa membutuhkan:
tiket pesawat,
hotel,
transportasi,
visa,
biaya entry,
dan biaya hidup.
Online bridge mengurangi sebagian besar hambatan tersebut.
22. ONLINE BRIDGE SEBAGAI JALUR PEMBINAAN INDONESIA
Saya melihat online bridge sebagai salah satu peluang terbesar yang belum dimanfaatkan secara maksimal oleh bridge Indonesia.
Bayangkan seorang pemain muda di:
Manado
atau:
Makassar
atau:
Bandung
atau:
Surabaya
yang belum pernah bermain di luar negeri.
Ia dapat mengikuti event internasional dari rumah.
Ia dapat menghadapi:
pemain Amerika,
Eropa,
Australia,
Jepang,
India,
dan berbagai negara lainnya.
Ini merupakan pengalaman internasional yang sangat berharga.
23. BUKAN HANYA UNTUK PEMAIN SENIOR
Online bridge seharusnya tidak hanya ditujukan kepada pemain yang sudah kuat.
Justru pemain muda perlu didorong untuk aktif.
Karena online memungkinkan mereka:
bermain lebih banyak,
belajar lebih cepat,
menguji kemampuan,
dan
bertemu pemain dunia.
Bahkan jika mereka belum memenangkan Master Points, pengalaman tersebut sudah sangat berharga.
24. PERLU ADA “ONLINE TEAM INDONESIA”
Mengapa kita tidak mempunyai program khusus?
Misalnya:
INDONESIA ONLINE BRIDGE TEAM
Bukan tim nasional dalam arti menggantikan tim resmi PB GABSI.
Tetapi sebuah program pembinaan.
Setiap bulan dipilih pemain Indonesia dengan performa online terbaik.
Mereka diberi:
pelatihan,
analisis permainan,
coaching,
dan
target mengikuti event WBF online.
Dengan cara ini online bridge dapat menjadi salah satu jalur scouting pemain baru.
25. KLUB BRIDGE JUGA BISA BERPERAN
Klub-klub bridge Indonesia dapat membuat program:
“ONE INTERNATIONAL ONLINE EVENT A MONTH”
Setiap anggota klub didorong mengikuti minimal satu event internasional online setiap bulan.
Klub kemudian mencatat:
jumlah peserta,
hasil,
ranking,
WOBP,
WBF Master Points,
dan prestasi terbaik.
Setelah satu tahun, kita akan mempunyai:
RANKING ONLINE PEMAIN INDONESIA
yang jauh lebih informatif daripada hanya melihat siapa yang aktif bermain di turnamen lokal.
26. KITA JUGA PERLU DATABASE INDONESIA SENDIRI
Inilah salah satu pelajaran penting dari penelitian kita.
Kalau database WBF publik berhenti pada November 2023, maka Indonesia tidak boleh hanya menunggu.
Kita dapat membuat:
INDONESIA ONLINE MASTER POINT DATABASE
Isinya:
Nama pemain
WBF ID
BBO ID
Platform
Event
Tanggal
Peringkat
Online MP
WOBP
WBF title
Link sumber
Dengan demikian setiap prestasi pemain Indonesia dapat didokumentasikan.
27. TRACY AWUY POLII SEBAGAI CONTOH
Tracy adalah contoh yang sangat bagus.
Kalau kita hanya membuka database WBF lama, kita melihat:
79 Online MP
Tetapi kalau kita membuka arsip festival, kita menemukan:
Spring 2021 — peringkat 3 — 100 MP
dan
Autumn 2021 — juara — 200 MP.
Ini menunjukkan mengapa satu sumber saja tidak cukup.
Kita harus menggabungkan:
DATABASE WBF
dengan
ARSIP EVENT WBF
dan
HASIL TURNAMEN TERBARU.
28. ARTINYA BAGI PEMAIN INDONESIA
Jangan merasa rendah diri hanya karena nama kita tidak selalu muncul dalam ranking terbaru WBF.
Bisa jadi masalahnya bukan prestasi.
Bisa jadi:
datanya belum diperbarui.
Karena itu kita perlu membedakan:
tidak mempunyai poin
dengan
poin belum terlihat pada database publik yang kita akses.
Dua hal tersebut sangat berbeda.
29. APA YANG SEBAIKNYA DILAKUKAN WBF?
Menurut saya, WBF sebaiknya menyediakan database online yang:
1. Real-time atau setidaknya berkala
Poin baru masuk secara rutin.
2. Mempunyai tanggal pembaruan
Sehingga pemain tahu kapan data terakhir diperbarui.
3. Menampilkan histori lengkap
Bukan hanya current total.
4. Memisahkan:
WOBP
WBF Master Points
Robot Points
WBF Year Points
5. Menampilkan gelar online
Misalnya:
WOTP
WOBM
WOBIM
6. Memungkinkan pencarian berdasarkan negara
Sehingga federasi nasional dapat melihat perkembangan pemainnya.
30. TRANSPARANSI DATA SANGAT PENTING
Master Points pada akhirnya adalah sistem penghargaan.
Karena itu pemain berhak mengetahui:
berapa poin yang mereka dapatkan,
dari event mana,
kapan diperoleh,
dan
bagaimana nilainya berubah.
Tanpa transparansi, pemain akan sulit mengetahui perkembangan mereka sendiri.
31. INDONESIA HARUS MULAI PEDULI
Bagi Indonesia, persoalan database ini sebenarnya adalah kesempatan.
Kita dapat mulai melakukan pekerjaan yang sederhana:
Dokumentasikan setiap prestasi online pemain Indonesia.
Jangan menunggu beberapa tahun.
Setiap kali seorang pemain memperoleh:
WOBP
atau
WBF Online Master Points
catat.
Setiap kali ada pemain Indonesia menjadi juara festival:
catat.
Setiap kali ada pemain masuk final:
catat.
Dengan demikian sejarah online bridge Indonesia akan terbentuk sejak sekarang.
32. DARI MASTER POINT KE SEJARAH
Pada akhirnya Master Point hanyalah angka.
Tetapi angka itu mempunyai cerita.
200 Online MP Tracy Awuy Polii pada Autumn Festival 2021 bukan sekadar angka.
Itu adalah cerita tentang:
seorang pemain Indonesia yang menjadi juara festival online WBF.
20 Online MP Erinda Nettin bukan sekadar angka.
Itu adalah cerita tentang pemain Indonesia yang masuk tujuh besar festival WBF.
10 Online MP Githa Wahjuni juga bukan sekadar angka.
Itu adalah bagian dari sejarah awal keterlibatan pemain Indonesia dalam festival online WBF.
33. KESIMPULAN
Dari penelitian ini kita menemukan dua kenyataan.
PERTAMA
World Bridge Federation memang mempunyai sistem resmi:
WBF Online Bridge Points
dan gelar:
WOTP
WOBM
WOBIM.
KEDUA
Database online WBF yang tersedia secara publik saat ini mempunyai keterbatasan yang sangat jelas.
Database tersebut menyatakan bahwa datanya hanya sampai:
NOVEMBER 2023
dan meminta pengguna melihat situs utama WBF untuk poin setelah periode tersebut.
Karena itu kita tidak boleh menggunakan angka dari database lama tersebut sebagai gambaran lengkap prestasi pemain Indonesia sampai 2026.
34. PELUANG BESAR BAGI INDONESIA
Justru di sinilah peluangnya.
Online bridge sudah menjadi bagian dari bridge dunia.
WBF masih mengadakan festival online.
WBF Women's Online Spring Festival 2026 masih memberikan Online Master Points kepada 20 pemain terbaik.
Artinya:
PINTUNYA MASIH TERBUKA.
Yang diperlukan adalah pemain yang mau masuk melalui pintu tersebut.
PENUTUP
Kita sering mengatakan bahwa bridge Indonesia membutuhkan lebih banyak pemain internasional.
Tetapi untuk menjadi pemain internasional, tidak selalu harus dimulai dengan membeli tiket pesawat.
Bisa dimulai dengan:
komputer.
internet.
BBO atau platform resmi lainnya.
satu pertandingan.
satu board.
Kemudian satu kemenangan.
Lalu kemenangan berikutnya.
Dan mungkin suatu hari:
ONLINE → WBF POINTS → GELAR → FINAL → WORLD BRIDGE SERIES.
Tracy Awuy Polii sudah memberikan contoh bahwa pemain Indonesia mampu menjadi juara festival online WBF.
Sekarang tinggal bagaimana pemain Indonesia lainnya mengikuti jejak tersebut.
Dan ada satu pekerjaan yang juga tidak kalah penting:
Jangan hanya bermain. Dokumentasikan prestasinya.
Karena kalau database resmi belum lengkap, kita sendiri harus memastikan sejarah pemain Indonesia tidak hilang.
Master Points adalah angka.
Prestasi adalah cerita.
Dan sejarah harus didokumentasikan.

No comments:
Post a Comment