Wednesday, August 19, 2026

58 Pasangan Siap Ramaikan Piala Ketum KKK, Tinggal Dua Tempat Tersedia




 

58 Pasangan Siap Ramaikan Piala Ketum KKK, Tinggal Dua Tempat Tersedia

Dari Tokoh Bridge, Pemain Nasional hingga Junior U26 Bertemu dalam Semangat HUT RI ke-81

Oleh: Bert Toar Polii – Tukang Bridge

Semarak peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026 yang diselenggarakan DPP Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) akan semakin terasa dengan hadirnya Kejuaraan Pasangan Piala Ketua Umum KKK.

Turnamen bridge ini akan berlangsung pada Sabtu, 22 Agustus 2026, bertempat di Wale Wangko Ne Kawanua, IBM-ASMI Pulomas, Ruang Pisok, Gedung B Lantai 4.

Antusiasme komunitas bridge ternyata sangat menggembirakan. Hingga menjelang pelaksanaan, telah tercatat 58 pasangan yang siap bertanding.

Panitia masih menyediakan tempat bagi dua pasangan terakhir sehingga jumlah peserta dapat mencapai 60 pasangan. Pendaftaran terakhir dibuka sampai Jumat, 21 Agustus 2026 pukul 18.00 WIB.

Bukan Sekadar Turnamen Keluarga Kawanua

Walaupun merupakan bagian dari rangkaian kegiatan HUT RI ke-81 DPP KKK, turnamen ini sejak awal terbuka bagi komunitas bridge secara luas.

Hasilnya terlihat dari komposisi peserta yang sangat beragam. Ada pemain nasional, senior, ladies, mixed pairs, Junior U26, pemain Kawanua, serta pemain dari berbagai komunitas dan daerah.

Keragaman inilah yang membuat Piala Ketum KKK memiliki daya tarik tersendiri.

Di meja bridge, perbedaan usia, profesi, asal daerah ataupun latar belakang menjadi tidak penting. Semua duduk dengan kedudukan yang sama, menghadapi board yang sama, dan berusaha menghasilkan keputusan terbaik bersama pasangannya.

Ada Mantan Ketum hingga Calon Ketum PB GABSI

Kejuaraan ini juga diikuti sejumlah tokoh yang mempunyai perjalanan panjang bersama olahraga bridge Indonesia.

Salah satunya adalah Eka Wahyu Kasih, mantan Ketua Umum PB GABSI. Walaupun pernah berada di pucuk pimpinan organisasi bridge nasional, kali ini ia kembali ke meja pertandingan sebagai pemain dan akan berpasangan dengan Hok Hien.

Turut bertanding pula Verdianto Bitticaca, calon Ketua Umum PB GABSI masa bakti 2026–2030. Ia akan berpasangan dengan pemain nasional Syahrial Ali.

Kehadiran tokoh-tokoh tersebut tentu memberi warna tersendiri. Di meja bridge tidak ada lagi jabatan organisasi. Semuanya kembali menjadi pemain yang harus melakukan bidding, declarer play dan defense sebaik mungkin.

Pemain Nasional Ikut Meramaikan

Sejumlah nama yang telah lama dikenal dalam percaturan bridge nasional juga tercatat sebagai peserta.

Di antaranya terdapat Santje Panelewen, Leslie Gontha, Syahrial Ali, Mahkota Ananda, dan Bert Toar Polii.

Kehadiran para pemain berpengalaman tersebut akan membuat persaingan semakin menarik. Namun dalam pertandingan pasangan, nama besar tidak pernah menjadi jaminan.

Konsistensi selama enam session, ketepatan bidding, kemampuan declarer, defense, kerja sama pasangan, serta kemampuan menghindari kesalahan-kesalahan kecil akan sangat menentukan hasil akhir.

Arnold Laseduw dan Kenangan Kejuaraan Dunia Bali 2013

Ada satu nama lain yang menarik dalam daftar peserta, yaitu Arnold Laseduw, yang akan berpasangan dengan Rigga.

Arnold bukan hanya dikenal di lingkungan bridge, tetapi juga merupakan salah satu tokoh di balik suksesnya penyelenggaraan World Bridge Team Championship di Bali tahun 2013.

Kejuaraan dunia tersebut menjadi salah satu momentum penting dalam sejarah bridge Indonesia ketika Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah salah satu kejuaraan paling bergengsi dalam kalender World Bridge Federation.

Atas kontribusinya dalam keberhasilan penyelenggaraan kejuaraan dunia tersebut, Arnold Laseduw menerima Silver Medal dari World Bridge Federation (WBF) pada tahun 2013.

Penghargaan tersebut bukan diberikan karena prestasinya sebagai pemain, melainkan sebagai apresiasi terhadap kontribusinya dalam mendukung kesuksesan penyelenggaraan World Bridge Team Championship di Bali.

Kehadirannya di Piala Ketum KKK menjadi menarik karena turnamen ini bukan hanya mempertemukan pemain aktif, tetapi juga orang-orang yang memiliki bagian dalam perjalanan sejarah bridge Indonesia.

Pemain Putri Ikut Memberi Warna

Kelompok pemain wanita juga tidak kalah menarik.

Di antaranya hadir Sartje Pontoh, Syarifah Nina, dan Tina Awuy B, bersama sejumlah pemain wanita lainnya.

Daftar peserta juga mencatat beberapa pasangan ladies seperti Fanni–Aulia, Sartje Pontoh–Roro Joffani, Monica–Vonny Alfauzia, Febe Piri–Anna S., Irawati–Rida Amanda, serta Hanie–Cilvia.

Kehadiran mereka membuat persaingan untuk kategori Best Ladies Pairs diperkirakan berlangsung menarik.

Junior U26 Mulai Unjuk Gigi

Yang juga menggembirakan adalah kehadiran generasi muda.

Setidaknya terdapat beberapa pasangan junior yang tercatat, termasuk:

  • I Putu Aditya Yuga – Gilang Catur Yudishtira

  • Alief Anfasa – M. Andhika Prasetya

  • M. Fajar – Kurnia Ilham

Mereka akan bersaing dalam kategori Best Junior Pairs U26, sekaligus mendapatkan kesempatan berharga bertanding menghadapi pemain yang jauh lebih berpengalaman.

Inilah salah satu kelebihan olahraga bridge. Perbedaan usia tidak menjadi penghalang untuk bertanding dalam arena yang sama.

Seorang junior dapat duduk berhadapan dengan pemain yang telah puluhan tahun bermain bridge dan tetap mempunyai kesempatan untuk menang.

Datang dari Berbagai Daerah

Daya tarik Piala Ketum KKK juga terlihat dari asal peserta.

Ada peserta yang datang khusus dari luar Jakarta.

Dari Pontianak hadir pasangan Christanmas–Theon, sementara dari Palembang terdapat Nia–Taufik.

Dari Bandung antara lain hadir Dede Mulyadi–Komarudin, sementara beberapa pasangan lainnya datang dari Banten, Tangerang, Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi dan berbagai wilayah Jabodetabek.

Kehadiran pemain dari berbagai daerah semakin mempertegas bahwa kejuaraan ini telah berkembang menjadi ajang silaturahmi komunitas bridge yang lebih luas.

Sistem Swiss, 6 Session @ 8 Papan

Kejuaraan menggunakan Sistem Swiss, 6 session @ 8 papan.

Hasil setiap pertandingan dihitung menggunakan IMP yang kemudian dikonversikan menjadi VP.

Dengan 48 papan yang harus dimainkan dalam satu hari, stamina dan konsentrasi akan menjadi faktor yang tidak kalah penting.

Jadwal pertandingan adalah sebagai berikut:

KegiatanWaktu
Pembukaan08.30–09.00 WIB
Session 109.00–10.00 WIB
Session 210.15–11.15 WIB
Session 311.30–12.30 WIB
Istirahat Makan Siang12.30–14.00 WIB
Session 414.00–15.00 WIB
Session 515.15–16.15 WIB
Session 616.35–17.35 WIB
Upacara Penutupan17.45 WIB–selesai

Hasil pertandingan dan perkembangan klasemen juga dapat dilihat melalui Bridge Pocket.

Piala Ketum KKK dan Hadiah untuk Enam Besar

Selain kehormatan menjadi juara pertama Piala Ketum KKK, panitia menyiapkan piagam, medali, serta uang pembinaan bagi para pemenang.

Juara 1 memperoleh Piala Ketua Umum KKK, Medali Emas, Piagam Penghargaan dan uang pembinaan Rp4.000.000.

Juara 2 memperoleh Medali Perak, Piagam Penghargaan dan Rp2.000.000.

Juara 3 memperoleh Medali Perunggu, Piagam Penghargaan dan Rp1.500.000.

Selanjutnya:

Juara 4: Piagam Penghargaan + Rp1.000.000

Juara 5: Piagam Penghargaan + Rp600.000

Juara 6: Piagam Penghargaan + Rp400.000

Lima Penghargaan Khusus

Selain enam peringkat umum, panitia menyediakan lima kategori penghargaan khusus:

Best Senior Pairs – Rp500.000 + Piagam Penghargaan

Best Ladies Pairs – Rp500.000 + Piagam Penghargaan

Best Mixed Pairs – Rp500.000 + Piagam Penghargaan

Best Junior Pairs U26 – Rp500.000 + Piagam Penghargaan

Best Kawanua – Rp500.000 + Piagam Penghargaan

Untuk kategori khusus, harus terdapat minimal tiga pasangan peserta dalam kategori bersangkutan dan pemenangnya harus memenuhi ketentuan skor minimal yang ditetapkan panitia.

Setiap pasangan pemenang hanya berhak memperoleh satu hadiah.

Untuk kategori Senior, pemain harus berusia minimal 60 tahun pada tahun pertandingan, sedangkan kategori Junior U26 diperuntukkan bagi pemain yang berusia maksimal 25 tahun pada tahun 2026.

58 Pasangan Sudah Terdaftar

Berikut daftar sementara peserta Kejuaraan Pasangan Piala Ketum KKK:

  1. Berlin – Dimas Agung Dewantoro

  2. Marten Raranta – Bakti Utama

  3. Theon – Christanmas

  4. Rizal – Mustafa

  5. Satrio Hanif Wicaksono – Gilberto Timothy P. Kalangie

  6. Wahyu – Andy Tria

  7. Mario Petricola – Joseph

  8. Tetty Sianipar – Vecky Manopo

  9. Steffie Rampen – Tina Awuy

  10. Bert Polii – Harry Harsudi

  11. Decky Tana – Mahkota

  12. Atika – Herry Gere

  13. Samsi – Karina

  14. Andika – Yendi

  15. Fanni – Aulia

  16. Rita Hermanus – Syul Hermanus

  17. Sartje Pontoh – Roro Joffani

  18. Rizky W. – Parlin S.

  19. Meldy Djeddin – Hendro Rumimpunu

  20. Juniarto Hadimartono – Krismata

  21. Eka Wahyu Kasih – Hok Hien

  22. Ronny Lontoh – Partner

  23. Amalia – Ardiansyah

  24. dr. Ridwan – Dadang

  25. Heri – Santo Kabser

  26. Ully – Riki Kabser

  27. Harrys Lumakeky – Jerry Posumah

  28. Dede Mulyadi – Komarudin

  29. Karta Lukita – Jahjo Budijanto

  30. Ghassani – Alifah

  31. Wang – Wilson

  32. Monica – Vonny Alfauzia

  33. Donal Sitorus – Alfa Irinanda

  34. Vonny – Henny Wauran

  35. Yotam – Partner

  36. Mulyadi – Anto

  37. Febe Piri – Anna S.

  38. Harry S. – Denny Baramuli

  39. Verdianto Bitticaca – Syahrial Ali

  40. Agung Dharmawan Buchadi – Partner

  41. Fakhri – Restu Febri

  42. Adrial – Jopa

  43. Bonny Wawruntu – Putu Bayu Wisnawa

  44. Paul Silalahi – Noldy Ngantung

  45. Johnny Tawas – Nicolaas J.W.

  46. Herman Hudoyo – Rillah Zamadi Amin

  47. Ricky Palendeng – Yohan Kariana

  48. Rivaldo – Syarifah Nina

  49. Rigga – Arnold Laseduw

  50. Irawati – Rida Amanda

  51. Ilham – Fikri 

  52. Bram – Nadya 

  53. Hanie – Cilvia 

  54. I Putu Aditya Yuga – Gilang Catur Yudishtira

  55. Alief Anfasa – M. Andhika Prasetya

  56. M. Fajar – Kurnia Ilham

  57. Santje P. – Vicky Sandjaja

  58. Viasmudji Bitticaca – Leslie Gontha

Dua Tempat Terakhir Masih Tersedia

Dengan 58 pasangan yang telah tercatat, panitia masih menyediakan kesempatan bagi dua pasangan terakhir untuk melengkapi jumlah peserta menjadi 60 pasangan.

Pendaftaran terakhir ditutup pada:

Jumat, 21 Agustus 2026, pukul 18.00 WIB.

Setelah itu panitia akan memfinalisasi daftar peserta dan seluruh kebutuhan teknis pertandingan.

Merah Putih di Meja Bridge

Karena berlangsung dalam rangka peringatan HUT RI ke-81, Panitia Pelaksana juga mengimbau para peserta untuk bersedia mengenakan pakaian bernuansa merah putih.

Tidak harus seragam. Sentuhan merah dan putih pada pakaian sudah cukup untuk bersama-sama menghadirkan nuansa kemerdekaan di ruang pertandingan.

Bayangkan puluhan meja bridge memenuhi Ruang Pisok dengan para pemain mengenakan warna Merah Putih. Suasana pertandingan tentu akan menjadi berbeda dan sekaligus menjadi kenangan tersendiri dari perayaan HUT RI ke-81 tahun ini.

Karena Torang Samua Basudara

Pada akhirnya, Piala Ketua Umum KKK bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara.

Bukan pula sekadar tentang Piala Ketum KKK, medali, piagam ataupun uang pembinaan.

Nilai terbesar dari sebuah turnamen seperti ini adalah ketika pemain dari berbagai daerah, berbagai generasi, berbagai klub dan berbagai latar belakang dapat duduk bersama di meja bridge, bertanding dengan sungguh-sungguh, kemudian berjabat tangan sebagai sahabat setelah pertandingan selesai.

Ada mantan Ketua Umum PB GABSI. Ada calon Ketua Umum PB GABSI. Ada pemain nasional, tokoh di balik suksesnya kejuaraan dunia, pemain senior, ladies, mixed pairs, junior U26, Kawanua, serta pemain dari berbagai komunitas.

Di meja pertandingan mereka boleh menjadi lawan.

Tetapi setelah kartu terakhir selesai dimainkan, semuanya kembali menjadi sahabat.

Itulah semangat yang ingin dibawa dalam Kejuaraan Pasangan Piala Ketua Umum KKK dalam rangka HUT RI ke-81: kompetisi boleh berlangsung ketat, tetapi persaudaraan harus tetap menjadi pemenang.

Dari Kawanua untuk Indonesia.
Dari meja bridge untuk persahabatan dan prestasi.

Karena Torang Samua Basudara.

I Yayat U Santi!
Pakatuan wo Pakalawiren! 🇮🇩♠️♥️♦️♣️

No comments: