Sunday, August 23, 2026

Indonesia Sudah Daftarkan Tim U31 untuk APBF Youth Championships 2026 di Hainan


 

Indonesia Sudah Daftarkan Tim U31 untuk APBF Youth Championships 2026 di Hainan

Oleh: Bert Toar Polii – Tukang Bridge

Jangan Sampai Indonesia Ketinggalan dari Singapura dan Thailand

Generasi muda bridge Asia Pasifik akan kembali berkumpul di Hainan, China, dalam 26th APBF Youth Championships 2026.

Kejuaraan yang diselenggarakan oleh Chinese Contract Bridge Association (CCBA) ini akan berlangsung pada 23–28 September 2026 di Hall 8, Ocean Flower Island International Convention Center, Danzhou, Hainan, China.

Yang menarik, Indonesia sudah memastikan satu tim untuk tampil di kategori U31 Open Team – Xiao Jiang Cup.

Namun, di balik kabar positif tersebut, ada satu hal yang menurut saya perlu menjadi perhatian kita bersama.

Singapura dan Thailand sudah bergerak dengan mendaftarkan tim di beberapa kategori, sementara Indonesia sejauh ini baru tercatat di satu kategori.

Ini bukan berarti kita harus takut kepada negara tetangga. Justru sebaliknya, persaingan tersebut harus menjadi pemacu agar Indonesia juga lebih serius memanfaatkan kesempatan ini.

Sebab APBF Youth Championships bukan hanya turnamen untuk menentukan juara, tetapi juga merupakan salah satu tempat penting untuk membangun generasi penerus bridge Asia Pasifik.


Indonesia Sudah Terdaftar di U31

Berdasarkan daftar peserta yang tersedia, Indonesia telah mendaftarkan satu tim pada kategori:

U31 Open Team – Xiao Jiang Cup

Enam pemain yang terdaftar adalah:

🇮🇩 Rahayu
🇮🇩 Della Ayu Nobi
🇮🇩 Dewita Sonya
🇮🇩 Stefanus Wijayanto
🇮🇩 Fransisca Martanti
🇮🇩 Muhammad Hasyimi

Keenam pemain inilah yang akan membawa nama Indonesia dalam persaingan U31 di Hainan.

Tentu kita berharap mereka dapat tampil maksimal dan sekaligus memperoleh pengalaman berharga menghadapi pemain-pemain muda terbaik dari berbagai negara Asia Pasifik.

Selamat berjuang dan bawa nama Indonesia!


Lima Kategori Beregu

APBF Youth Championships 2026 mempertandingkan lima kategori beregu:

KategoriPialaEntry Fee
U31 Open TeamXiao Jiang CupUS$400 / RMB2.800
U26 Open TeamRaymond Chow CupUS$400 / RMB2.800
U26 Girls TeamXiang Huaicheng CupUS$400 / RMB2.800
U21 Open TeamKhunying Esther CupUS$200 / RMB1.400
U16 Open TeamC. W. Pisessith CupUS$200 / RMB1.400

Selain nomor beregu tersedia pula APBF Youth Pairs.

Nomor pasangan ini gratis bagi peserta yang sudah mengikuti nomor beregu.

Sesuai Circular 1, setiap NBO dapat mengirimkan satu tim untuk setiap kategori.

Artinya, secara prinsip Indonesia mempunyai kesempatan untuk mengirimkan wakil di lima kelompok usia tersebut.


Mengapa Indonesia Perlu Memanfaatkan Kesempatan Ini?

Di sinilah saya melihat persoalan yang perlu kita perhatikan.

Kalau negara-negara ASEAN seperti Singapura dan Thailand mengirimkan tim di beberapa kategori, mereka bukan hanya mengejar medali untuk satu kelompok usia.

Mereka sekaligus memberikan kesempatan kepada lebih banyak pemain mudanya untuk mendapatkan pengalaman internasional.

Indonesia seharusnya melakukan hal yang sama.

Bayangkan jika Indonesia dapat mengirimkan:

  • satu tim U31,

  • satu tim U26 Open,

  • satu tim U26 Girls,

  • satu tim U21,

  • dan satu tim U16.

Maka puluhan pemain muda Indonesia akan memperoleh pengalaman bertanding internasional dalam satu kejuaraan.

Dampaknya jauh lebih besar daripada sekadar mengejar satu medali.

Ini adalah investasi untuk regenerasi.


Jangan Sampai Kalah Cepat dari Negara ASEAN

Indonesia memiliki jumlah pemain bridge yang besar dan tradisi prestasi yang kuat.

Karena itu, agak ironis apabila dalam sebuah kejuaraan youth tingkat Asia Pasifik kita hanya mengirimkan satu tim, sementara negara ASEAN lainnya tampil dengan kekuatan yang lebih lengkap.

Persaingan dengan Singapura dan Thailand justru harus kita lihat secara positif.

Mereka bukan sekadar lawan. Mereka adalah benchmark.

Kalau mereka mampu mengirimkan beberapa tim, Indonesia juga harus bertanya:

Mengapa kita tidak bisa?

Apalagi kesempatan mengikuti APBF Youth Championships 2026 cukup menarik dari sisi biaya dan kemudahan perjalanan.


Kabar Baik: Pemain Indonesia Tidak Perlu Mengurus Visa China

Ada satu keuntungan besar bagi pemain Indonesia yang akan tampil di Hainan.

Pemegang paspor biasa Indonesia dapat masuk ke Provinsi Hainan tanpa visa untuk mengikuti kompetisi olahraga dan tinggal sampai 30 hari.

Kebijakan tersebut merupakan kebijakan resmi pemerintah China. Kedutaan Besar China di Indonesia juga masih menjelaskan kebijakan bebas visa Hainan ini pada Juli 2026. Indonesia termasuk negara yang mendapatkan fasilitas tersebut, dan tujuan kompetisi olahraga termasuk dalam kategori yang diperbolehkan.

Dengan demikian, pemain Indonesia yang datang ke Hainan untuk mengikuti APBF Youth Championships tidak perlu mengurus visa China terlebih dahulu, selama memenuhi persyaratan kebijakan bebas visa Hainan yang berlaku.

Ada satu hal penting yang harus diperhatikan: perjalanan udara menuju Hainan harus memenuhi ketentuan rute masuk bebas visa yang berlaku. Informasi resmi menyebutkan bahwa peserta dapat masuk melalui pelabuhan internasional di Hainan dengan paspor biasa yang masih berlaku, dan untuk perjalanan udara terdapat ketentuan mengenai penerbangan langsung atau transit melalui negara ketiga maupun Hong Kong/Macau.

Jadi, bebas visa bukan berarti bebas dari seluruh persyaratan imigrasi. Peserta tetap harus memastikan rute penerbangan dan dokumen perjalanannya sesuai ketentuan terbaru sebelum berangkat.

Tetapi secara keseluruhan, ini jelas merupakan keuntungan bagi pemain Indonesia.

Tidak perlu mengurus visa berarti:

lebih sederhana, lebih cepat dan menghemat biaya administrasi.


Biaya Hotel Sudah Termasuk Makan

Panitia menyediakan Castle Hotel Ocean Flower Island sebagai hotel resmi peserta.

Yang menarik, tarif kamar tersebut sudah termasuk:

sarapan + makan siang + makan malam.

Tarif yang ditawarkan adalah:

Tipe KamarTarif per Malam
Garden Single RoomUS$90 / 1 orang
Garden Twin RoomUS$115 / 2 orang
Seaview Single RoomUS$103 / 1 orang
Seaview Twin RoomUS$129 / 2 orang
Suite RoomUS$143 / 1 orang

Untuk enam pemain Indonesia, misalnya menggunakan tiga kamar Garden Twin, perhitungannya:

3 kamar × US$115 × 6 malam = US$2.070

Berarti rata-rata sekitar:

US$345 per pemain untuk enam malam.

Dan angka tersebut sudah termasuk makan tiga kali sehari sesuai paket hotel.

Tentunya biaya tiket pesawat, transportasi pribadi dan pengeluaran lainnya belum termasuk.


Shuttle Bus dari Bandara

Panitia juga menyediakan shuttle bus dari:

Hainan Haikou Meilan International Airport

menuju hotel pada hari kedatangan resmi.

Biayanya hanya:

US$10 atau RMB70 per orang.

Hal ini tentu memudahkan peserta internasional yang baru tiba di Hainan.


Deadline yang Harus Diperhatikan

Circular 1 menetapkan beberapa deadline penting:

15 Agustus 2026
Batas akhir pendaftaran tim.

23 Agustus 2026
Batas akhir pengisian detail pemain.

23 Agustus 2026
Batas akhir pemesanan akomodasi.

8 September 2026
Batas akhir pengumpulan system cards.

Karena sekarang sudah 23 Agustus 2026, maka perhatian peserta yang sudah terdaftar tentu beralih pada penyelesaian detail pemain dan akomodasi.

System card masih memiliki waktu sampai 8 September 2026.


Kesempatan untuk Membangun Generasi Baru

Menurut saya, inilah sudut pandang yang paling penting.

Kita jangan melihat APBF Youth Championships hanya dari pertanyaan:

“Apakah Indonesia bisa mendapatkan medali?”

Pertanyaan yang lebih strategis adalah:

“Berapa banyak pemain muda Indonesia yang bisa mendapatkan pengalaman internasional dari kejuaraan ini?”

Seorang pemain muda yang pertama kali bermain melawan pasangan dari China, Australia, Jepang, India, Singapura, Thailand atau negara-negara Asia Pasifik lainnya akan mendapatkan pengalaman yang tidak bisa diperoleh hanya dari pertandingan lokal.

Mereka belajar menghadapi sistem yang berbeda, gaya bermain yang berbeda, tekanan pertandingan internasional dan tentunya belajar menjadi bagian dari sebuah tim nasional.

Pengalaman seperti inilah yang kelak akan menjadi modal ketika mereka naik ke kelompok senior.


Indonesia Jangan Hanya Menjadi Penonton

Indonesia sudah mempunyai tradisi panjang dan prestasi besar dalam olahraga bridge.

Karena itu, kita tentu tidak ingin hanya melihat negara lain datang dengan banyak tim sementara Indonesia hanya mengirimkan satu.

Singapura dan Thailand sudah memberikan contoh bahwa pembinaan youth perlu dilakukan secara serius.

Sekarang tinggal Indonesia.

Kalau kesempatan terbuka, biaya relatif terukur, hotel sudah disiapkan, bahkan pemain Indonesia mendapatkan kemudahan bebas visa Hainan, maka tidak ada alasan untuk tidak memanfaatkan momentum ini semaksimal mungkin.

Mungkin kita memang tidak bisa mengubah jumlah tim yang sudah didaftarkan setelah batas registrasi berakhir.

Tetapi untuk ke depan, pengalaman dari Hainan 2026 harus menjadi bahan evaluasi.

Jangan sampai kita kalah cepat dalam membangun generasi muda.

Karena pertandingan yang sesungguhnya bukan hanya berlangsung di meja bridge Hainan.

Pertandingan sesungguhnya adalah membangun masa depan bridge Indonesia.


Selamat Berjuang Tim U31 Indonesia!

🇮🇩 Rahayu
🇮🇩 Della Ayu Nobi
🇮🇩 Dewita Sonya
🇮🇩 Stefanus Wijayanto
🇮🇩 Fransisca Martanti
🇮🇩 Muhammad Hasyimi

Mereka akan membawa nama Indonesia dalam 26th APBF Youth Championships 2026.

📍 Ocean Flower Island International Convention Center, Danzhou, Hainan, China

📅 23–28 September 2026

🏆 U31 Open Team – Xiao Jiang Cup

💰 Entry Fee: US$400 / RMB2.800 per tim

🇮🇩 Selamat bertanding!

Semoga Tim U31 Indonesia mampu memberikan yang terbaik dan menjadi awal dari langkah yang lebih besar bagi regenerasi bridge Indonesia.

No comments: