Soloway Jump Shift & Two-Way Game Tries
Oleh: Bert Toar Polii
Bermain melawan atau berpasangan dengan robot di Bridge Base Online (BBO) kadang-kadang memberikan pengalaman menarik. Ada sejumlah konvensi yang digunakan GIB—robot yang digunakan di BBO—yang mungkin tidak terlalu populer di kalangan pemain Indonesia.
Dua di antaranya adalah Soloway Jump Shift dan Two-Way Game Tries.
Menariknya, Two-Way Game Tries yang digunakan GIB pada prinsipnya sama dengan metode yang juga saya gunakan.
Soloway Jump Shift
Soloway Jump Shift adalah salah satu metode strong jump shift by responder. Nama konvensi ini diambil dari penciptanya, mendiang Paul Soloway, salah seorang pemain terbesar dalam sejarah bridge dunia yang lima kali menjuarai Bermuda Bowl.
GIB memainkan Soloway Strong Jump Shifts apabila responder belum pernah pass dan lawan tidak ikut bidding.
Contohnya:
1♣ – 2♦/2♥/2♠
atau
1♦ – 2♥/2♠/3♣
Jump shift responder ini bukan weak jump shift. Sebaliknya, responder sedang menunjukkan tangan yang sangat kuat dan sekaligus memberikan informasi mengenai tipe distribusinya.
Secara garis besar ada empat tipe pegangan yang dapat menggunakan Soloway Jump Shift.
Tipe 1 — Strong Rebiddable Suit
Responder mempunyai:
suit kuat yang dapat di-rebid;
17+ total points;
minimal 4 controls;
tidak mempunyai side four-card suit.
Perhitungan control:
Ace = 2 controls
King = 1 control
Dengan demikian, responder tidak hanya menunjukkan kekuatan high-card atau playing strength, tetapi juga cukup banyak control untuk kemungkinan menuju slam.
Tipe 2 — Solid Suit
Tipe kedua mempunyai:
solid suit;
17+ total points;
minimal 4 controls;
boleh mempunyai side four-card suit.
Perbedaan penting dengan tipe pertama terletak pada kualitas suit. Pada tipe ini suit responder sudah solid sehingga dapat dimainkan dengan aman tanpa banyak bantuan dari partner.
Tipe 3 — Strong Balanced or Semi-Balanced Hand
Responder mempunyai:
rebiddable suit;
18+ HCP;
minimal 4 controls;
distribusi 5-3-3-2 atau 6-3-2-2.
Jadi jump shift pada awalnya menunjukkan suit, tetapi responder kemudian dapat menggambarkan bahwa kekuatan tangannya sebenarnya bersifat balanced atau semi-balanced.
Tipe 4 — Strong Hand with Support
Responder mempunyai:
rebiddable suit;
17+ total points;
minimal 4 controls;
four-card support untuk suit opener.
Tipe ini sangat berguna karena responder dapat lebih dahulu memperkenalkan suit yang kuat, kemudian menunjukkan fit terhadap suit opener.
Dengan cara ini partnership memperoleh informasi jauh lebih lengkap daripada jika responder langsung melakukan raise.
Rebid Opener Setelah Soloway Jump Shift
Setelah responder melakukan strong jump shift, giliran opener menggambarkan tangannya.
Secara umum opener dapat melakukan beberapa hal.
Rebid suit sendiri menunjukkan suit opener yang panjang, umumnya 6+ kartu.
Raise suit responder apabila mempunyai 3+ support. Dengan tangan yang sangat cocok dan cukup kuat, opener juga dapat melanjutkan eksplorasi slam, termasuk menggunakan Roman Key Card Blackwood (RKCB) bila situasinya tepat.
Bid suit baru apabila tidak mempunyai support terhadap responder tetapi mempunyai nilai yang berarti pada suit tersebut, umumnya sekurang-kurangnya KQ.
Sedangkan bid NT pada level terendah digunakan apabila opener tidak mempunyai salah satu pegangan khusus di atas.
Setelah memperoleh informasi dari opener, responder kemudian menjelaskan tipe Soloway Jump Shift yang dimilikinya.
Rebid Responder
Untuk Tipe 1 atau Tipe 2, responder umumnya rebid suit sendiri. Dengan minimum dan solid suit, responder dapat langsung melompat ke game.
Untuk Tipe 3, responder melanjutkan dengan NT, atau menaikkan NT sampai game sesuai kekuatan tangannya.
Sedangkan untuk Tipe 4, responder kembali ke suit opener untuk menunjukkan four-card support.
Ada satu informasi tambahan yang sangat berguna.
Jika responder mempunyai singleton atau void, ia terlebih dahulu melakukan bid suit baru untuk menunjukkan shortness tersebut.
Jika tidak mempunyai singleton atau void, responder langsung raise suit opener.
Dengan struktur seperti ini, Soloway Jump Shift bukan sekadar menunjukkan "tangan kuat + suit". Konvensi ini sebenarnya merupakan metode untuk mengklasifikasikan berbagai jenis tangan kuat responder sehingga partnership dapat menentukan strain dan level kontrak dengan lebih akurat.
Two-Way Game Tries
Konvensi menarik lainnya yang digunakan GIB adalah Two-Way Game Tries.
Metode ini digunakan setelah simple major-suit raise:
1♥ – 2♥
atau
1♠ – 2♠
Pada posisi ini opener mungkin mempunyai tangan yang belum cukup kuat untuk langsung bid game, tetapi cukup kuat untuk mengundang responder menuju game.
Daripada hanya menggunakan satu jenis game try, Two-Way Game Tries memungkinkan opener membedakan antara short-suit game try dan help-suit game try.
Short-Suit Game Try
Setelah:
1♥ – 2♥
opener bid:
2♠!
Sedangkan setelah:
1♠ – 2♠
opener bid:
2NT!
Kedua bid tersebut artificial.
Responder diwajibkan melakukan bid satu step di atasnya.
Jadi:
1♥ – 2♥
2♠! – 2NT!
atau:
1♠ – 2♠
2NT! – 3♣!
Setelah relay tersebut, opener menunjukkan shortness—singleton atau void—yang dimilikinya.
Setelah 1♥ – 2♥; 2♠ – 2NT
Opener bid:
3♣ = short ♣
3♦ = short ♦
3♥ = short ♠
Dengan demikian responder dapat menilai apakah kartunya cocok dengan shortness opener.
Misalnya, apabila opener menunjukkan singleton club dan responder mempunyai banyak wasted values seperti KQJ♣, nilai tangan responder turun.
Sebaliknya, jika responder mempunyai sedikit atau tidak ada wasted value di club serta mempunyai control dan useful cards di suit lain, tangannya menjadi jauh lebih menarik untuk game.
Setelah 1♠ – 2♠; 2NT – 3♣
Opener menunjukkan shortness dengan:
3♦ = short ♦
3♥ = short ♥
3♠ = short ♣
Sekali lagi tujuannya adalah memungkinkan responder mengevaluasi kembali kualitas kartunya berdasarkan lokasi honor.
Help-Suit Game Try
Jalur kedua adalah Help-Suit Game Try.
Jika opener setelah simple raise langsung melakukan bid suit tertentu, bid tersebut menunjukkan game try pada suit itu.
Opener biasanya mempunyai minimal tiga kartu pada suit tersebut dan membutuhkan bantuan responder di sana.
Sebagai contoh:
1♥ – 2♥
3♣
menunjukkan help-suit game try di club.
Demikian juga:
1♥ – 2♥
3♦
menunjukkan help-suit game try di diamond.
Responder kemudian mengevaluasi apakah ia mempunyai useful holding pada suit yang diminta opener.
Namun ada satu pengecualian yang harus diingat.
Setelah:
1♥ – 2♥
2NT
bid 2NT bukan natural.
Dalam struktur ini, 2NT adalah help-suit game try di spade.
Mengapa?
Karena bid 2♠ sudah digunakan sebagai artificial relay untuk memulai short-suit game try. Akibatnya opener membutuhkan bid lain untuk menunjukkan help-suit game try di spade, dan 2NT mengambil fungsi tersebut.
Ini bagian yang penting untuk diingat.
Game Try dengan Kekuatan Umum
Masih ada satu kemungkinan lagi.
Setelah simple major raise, opener dapat melakukan:
1♥ – 2♥ – 3♥
atau:
1♠ – 2♠ – 3♠
Bid 3M merupakan general game try.
Biasanya opener mempunyai sekitar 17+ points, tidak mempunyai shortness yang layak ditunjukkan, dan kekuatannya relatif tersebar di tiga side suits.
Dengan kata lain, opener tidak dapat mengatakan:
"Saya pendek di suit ini."
Ia juga tidak secara khusus mengatakan:
"Saya membutuhkan bantuan di suit ini."
Yang dikatakan opener hanyalah:
"Saya mempunyai extra values. Kalau peganganmu maksimum dan mempunyai useful values, mari kita bermain game."
Walaupun tersedia dalam struktur GIB, dalam praktiknya robot tampaknya tidak terlalu sering menggunakan bid ini.
Dua Cara Menilai Game
Menurut saya, daya tarik utama Two-Way Game Tries justru terletak pada filosofi evaluasi tangannya.
Setelah:
1M – 2M
kita tidak cukup hanya menghitung point.
Kita perlu mengetahui di mana point tersebut berada.
Dengan short-suit game try, opener bertanya:
"Apakah kartumu cocok dengan shortness saya?"
Sedangkan dengan help-suit game try, opener bertanya:
"Apakah kamu mempunyai bantuan di suit yang menjadi kelemahan saya?"
Perbedaan kecil dalam bidding ini dapat menghasilkan keputusan game yang jauh lebih akurat.
Pegangan responder dengan 8 HCP belum tentu sama nilainya dengan pegangan 8 HCP lainnya. Honor yang berhadapan dengan singleton partner dapat menjadi wasted values, sementara Ace, King, atau bahkan distribusi tertentu di suit yang dibutuhkan partner dapat meningkatkan playing strength secara drastis.
Hal yang sama berlaku pada Soloway Jump Shift.
Konvensi ini menunjukkan bahwa bidding yang baik bukan hanya menjawab pertanyaan:
"Berapa point yang kita miliki?"
Tetapi juga:
"Bagaimana distribusinya, bagaimana kualitas suit-nya, di mana controls berada, dan apakah kedua tangan saling melengkapi?"
Itulah sebabnya mempelajari sistem bidding yang digunakan GIB cukup menarik. Kita tidak harus menggunakan semua konvensinya, tetapi dari sana kita dapat mempelajari bagaimana sebuah struktur bidding dirancang untuk menyampaikan informasi secara efisien.
Dan pada akhirnya, semakin tepat informasi yang dipertukarkan oleh partnership, semakin mudah pula kita menemukan kontrak yang tepat.

No comments:
Post a Comment