🇷🇺 RUSIA BERJAYA DI CHENNAI: TIM GROMOV JUARA EA BRIDGE INTERNATIONAL, HADIAH HAMPIR Rp400 JUTA!
Oleh: Bert Toar Polii
Ada cerita menarik di balik perkembangan bridge di India yang mungkin belum banyak diketahui komunitas bridge Indonesia.
Ketika Tim Gromov dari Rusia tampil sebagai juara EA Bridge 2nd International Bridge Championships di Chennai dan berhak membawa pulang hadiah ₹21,60 lakh atau sekitar Rp400 juta, kita sebenarnya sedang melihat hasil dari sebuah ekosistem bridge India yang berkembang sangat pesat.
Dan menariknya, Indonesia mempunyai peran penting dalam cerita tersebut.
Dari Jakarta 2018, India menemukan momentum besar
Tahun 2018 merupakan tonggak sejarah bridge dunia.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, bridge dipertandingkan di Asian Games. Dan tempatnya adalah Jakarta dan Palembang, Indonesia.
Keputusan memasukkan bridge ke Asian Games bukan sesuatu yang datang begitu saja. Indonesia, melalui perjuangan dunia bridge nasional dan dukungan berbagai pihak, berhasil menjadikan bridge bagian dari pesta olahraga terbesar di Asia tersebut.
Bridge kemudian melakukan debutnya di Asian Games 2018 di Jakarta.
Dan salah satu cerita terbesar dari debut tersebut adalah India langsung menjadi juara.
Pasangan India Pranab Bardhan dan Shibhnath Sarkar memenangkan medali emas nomor Men's Pair, mengalahkan pasangan China Lixin Yang–Gang Chen yang meraih perak. Pasangan Indonesia Henky Lasut–Freddy Eddy Manoppo meraih medali perunggu.
Dengan demikian, pada debut bridge di Asian Games:
🥇 India – Emas
🥈 China – Perak
🥉 Indonesia – Perunggu
Bahkan Pemerintah India mencatat bridge menyumbangkan 1 emas dan 2 perunggu bagi kontingen India di Asian Games 2018.
Emas Jakarta mengubah cara India melihat bridge
Inilah bagian yang menurut saya sangat menarik.
Sebelum Asian Games 2018, bridge di India memang sudah mempunyai organisasi nasional yang diakui pemerintah. Bridge Federation of India bahkan sudah berstatus sebagai federasi olahraga prioritas dan bekerja sama dengan Sports Authority of India (SAI).
Tetapi keberhasilan di Asian Games memberikan legitimasi dan momentum yang jauh lebih kuat.
Bayangkan:
Sebuah cabang olahraga yang bagi sebagian masyarakat masih dianggap sekadar permainan kartu tiba-tiba memberikan medali emas Asian Games kepada India.
Bahkan pemenangnya, Pranab Bardhan, saat itu berusia 60 tahun, sehingga menjadi salah satu cerita menarik dari keberhasilan India.
Prestasi tersebut memperlihatkan kepada pemerintah, dunia olahraga dan dunia usaha India bahwa bridge bukan sekadar permainan rekreasi, tetapi olahraga prestasi yang mampu menghasilkan medali di tingkat Asia.
Setelah Jakarta, dukungan semakin kuat
Dokumen tahunan Bridge Federation of India memberikan gambaran yang menarik mengenai perkembangan tersebut.
Setelah keberhasilan di Asian Games, BFI secara aktif bekerja sama dengan Sports Authority of India untuk mempersiapkan atlet melalui coaching camps dan kompetisi nasional.
BFI juga mulai menyusun Annual Competition and Training Calendar, yang mencakup turnamen internasional, nasional dan kamp pelatihan untuk kelompok senior maupun junior.
Jadi, kemenangan India di Jakarta bukan sekadar sebuah medali yang kemudian disimpan di lemari.
Medali itu menjadi modal untuk membangun sistem.
Dan kalau sekarang kita melihat India mampu menjadi tuan rumah berbagai turnamen internasional dengan venue yang menarik, menghadirkan pemain-pemain dunia, menyediakan hadiah besar dan mendapatkan dukungan sponsor, kita bisa melihat salah satu titik penting dalam perjalanan tersebut:
Jakarta 2018.
Dari medali Asian Games menuju turnamen berhadiah besar
Kini, delapan tahun setelah Asian Games Jakarta-Palembang, kita melihat wajah bridge India yang jauh lebih percaya diri.
EA Bridge 2nd International Bridge Championships di Chennai adalah salah satu contohnya.
Turnamen internasional tersebut digelar di Express Avenue Mall, bukan sekadar di ruang pertandingan yang tertutup dari masyarakat.
Dan puncaknya adalah final yang mempertemukan Tim Gromov dari Rusia dengan Formidables dari India.
Gromov akhirnya keluar sebagai juara dan memperoleh hadiah ₹21,60 lakh, sekitar Rp400 juta.
Ini bukan lagi sekadar pertandingan bridge antar-klub.
Ini sudah menjadi sports event internasional.
Rusia menang, tetapi India juga menang
Ada ironi yang menarik.
Pada akhirnya Rusia yang menjadi juara, tetapi keberhasilan menyelenggarakan turnamen seperti ini menunjukkan bahwa India juga merupakan pemenang besar.
India berhasil:
- menarik pemain internasional;
- menyelenggarakan turnamen dengan hadiah besar;
- menghadirkan pertandingan internasional di ruang publik;
- membangun sistem kompetisi nasional;
- mendapatkan dukungan pemerintah;
- dan menjadikan bridge sebagai bagian dari ekosistem olahraga.
Semua itu tentu tidak terjadi dalam satu malam.
Ada proses panjang di belakangnya.
Dan salah satu tonggak penting proses tersebut adalah ketika Indonesia membuka pintu bagi bridge untuk masuk ke Asian Games 2018.
Ada pelajaran penting bagi Indonesia
Cerita India ini seharusnya menjadi bahan renungan bagi kita di Indonesia.
Indonesia pernah berada di posisi yang sangat strategis.
Kita bukan hanya menjadi tuan rumah Asian Games 2018.
Indonesia adalah negara yang membuka pintu sejarah sehingga bridge untuk pertama kalinya masuk dalam program Asian Games.
Dan ironisnya, negara yang memperoleh emas pada debut tersebut kemudian mampu membangun ekosistem bridge yang semakin besar.
Sementara Indonesia sendiri harus terus mencari cara agar momentum besar Asian Games 2018 tersebut memberikan dampak jangka panjang bagi perkembangan bridge nasional.
Ini bukan soal siapa yang lebih hebat.
Ini soal bagaimana sebuah prestasi olahraga dimanfaatkan untuk membangun ekosistem.
India memberikan contoh yang sangat menarik:
Medali emas bukan tujuan akhir. Medali emas harus menjadi awal untuk mendapatkan perhatian, dukungan, pembinaan dan investasi yang lebih besar.
Dari Jakarta untuk Asia
Karena itu, ketika kita melihat Tim Gromov dari Rusia mengangkat trofi juara di Chennai dengan hadiah hampir Rp400 juta, saya tidak hanya melihat keberhasilan sebuah tim Rusia.
Saya juga melihat perjalanan panjang bridge Asia.
Dan di dalam perjalanan itu ada satu bab yang ditulis oleh Indonesia:
Jakarta 2018.
Indonesia membuka pintu.
India masuk melalui pintu itu.
India kemudian memenangkan emas.
Dan sekarang kita melihat bagaimana bridge India tumbuh menjadi kekuatan besar di Asia.
Mungkin inilah salah satu warisan Asian Games 2018 yang belum banyak kita bicarakan.
**Indonesia membuka pintunya.
India memanfaatkannya.
Dan sekarang dunia bridge melihat hasilnya.**

No comments:
Post a Comment