Sunday, March 30, 2008

BRIDGE INDONESIA KESANDUNG DI HONGKONG



BRIDGE INDONESIA KESANDUNG DI HONGKONG
Oleh : Bert Toar Polii


Suatu kenyataan pahit harus diderita tim bridge Indonesia ketika mengikuti 37th Pacific Asia Bridge Federation Champhionship di Hotel Regal Riverside Hongkong 8-18 Mei 1997 yang lalu.

Berbekal segudang prestasi seperti medali perak Olympiade Bridge 1996 serta meraih prestasi gemilang pada hampir semua rangkaian turnamen uji-coba , antara lain: Juara tiga kali Australia Terbuka; Juara  NEC Bridge Festival 1977 di Jepang ternyata bukan jaminan sukses meraih juara Pasific Asia Bridge Federation Championsip. Bahkan, tim Indonesia gagal mengulang prestasi yang telah dilakukan secara berturut-turut tahun 1993 dan tahun 1995 yaitu menjadi wakil Zone VI pada kejuaraan dunia Bermuda Bowl.

Tim Indonesia yang diperkuat Munawar Sawirudin sebagai Kapten Tidak Bermain dengan para pemain Henky Lasut-Eddy Manoppo, Denny Sacul-Taufik Asbi dan Sance Panelewen-Franky Karwur harus mengakui keunggulan saingan beratnya China dan Taiwan.

Hampir sepanjang pertandingan, tim kita bermain dibawah standar. Setelah menyelesaikan 22 session babak pendahuluan, berada diurutan keempat dibawah Taiwan, China dan Jepang. Taiwan sebagai juara babak pendahuluan  otomatis merebut Piala Rebullida Cup untuk kesepuluh kalinya. Hal ini membuat persaingan antara Indonesia dan Taiwan dalam meraih piala Rebullida Cup kini semakain ketat, kedua negara telah sama-sama meraih piala Rebullida Cup sebanyak sepuluh kali. Beruntung Indonesia masih unggul dalam perebutan juara PABF Congress. Sejak diadakan pertama kali tahun 1988 di Singapura, turnamen yang berlangsung setiap empat tahun sekali, Indonesia telah berhasil menjuarai dua kali yaitu tahun 1992 dan 1996 sedangkan Taiwan baru sekali di tahun 1988.

Pada pertarungan menentukan wakil Zone VI untuk mengikuti Kejuaraan Dunia Bermuda Bowl
yang menggunakan sistim double knock-out, Indonesia kembali gagal menghadang keperkasaan China dan Taiwan.

Pada session pertama, Taiwan sebagai juara babak pendahuluan diberikan hak untuk memilih. Taiwan memilih Jepang  ketimbang Indonesia, walaupun peringkat Jepang masih lebih baik dari Indonesia. Dengan sendirinya Indonesia harus berhadapan dengan China.

Hal ini memang telah diantisipasi sebelumnya oleh tim Indonesia. Frans Waleleng sebagai Chief de Mission sebelum “captain’s meeting” mengungkapkan, Taiwan tidak mungkin memilih kita sebagai lawannya, untuk itu kepada para pemain dinstruksikan agar menyiapkan strategi melawan China.

Hasil session pertama , Taiwan dan China keluar sebagai pemenang sehingga pada session kedua mereka harus saling berhadapan demikian juga bagi regu yang kalah yaitu Indonesia dan Jepang.
Pada saat yang sangat menentukan, China yang kali ini turun dengan sebagian besar pemain muda akhirnya mampu menundukan semifinalist olympiade bridge 1996 regu Taiwan dan meraih tiket pertama  mewakili Zone VI ke Kejuaraan Dunia Bermuda Bowl yang akan berlangsung Oktober mendatang di Hammamet, Tunisia.
Untuk merebut jatah tiket kedua bagi Zone VI, regu Taiwan harus bertarung dengan Indonesia yang memenangkan pertarungan dengan Jepang pada session kedua.
Pertarungan yang sangat menegangkan antara kedua kubu ini berhasil dimenangkan Taiwan dengan skor tipis 125-121 IMP. Hasil ini  sekaligus memupuskan harapan Indonesia untuk berlaga di kejuaraan dunia Bermuda Bowl.

“Walaupun kita gagal kali ini tetapi saya atas nama Pengurus Besar Gabsi menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pemain yang telah berjuang sekuat tenaga. Para pemain telah melaksanakan pesan Ketua Umum PB GABSI Letjen TNI Wiranto saat melepas tim dari markas Kostrad yaitu agar para atlet “peduli ,berbuat dan bertanggung jawab”. Semoga kekalahan ini dapat menjadi pelajaran yang sangat berharga buat kita semua demi mencapai apa yang kita cita-citakan yaitu menjadi juara dunia tahun 2001 saat kejuaraan dunia Bermuda Bowl/Venice Cup berlangsung di Indonesia” demikian diungkapkan Roy E. Tirtadji selaku Ketua Badan Pembentukan dan Pembinaan Tim Nasional Gabungan Bridge Seluruh Indonesia dalam pengarahannya setelah pertandingan selesai. 

Kejutan dibagian Putri dan Junior

Kegagalan di bagian putra ternyata tidak mempengaruhi penampilan tim putri dan junior. Tim putri yang terdiri dari Donny Tuerah, Kapten Tidak Bermain dengan para pemain Lusye Bojoh, Joice Tueje-Mandolang, Sarce Pontoh, Linda Sitompul, Waya Langkay dan Siti Haerani mampu melumpuhkan Jepang di session kedua babak double knock-out dan pada session terakhir hanya kalah 9 IMP dari regu Taiwan.
Kekalahan tipis dari regu Taiwan sekaligus membuyarkan harapan seluruh supporter Indonesia yang sangat mendambakan tim putri kita mencatat sejarah baru lolos ke kejuaraan dunia Venice Cup untuk pertama kali.. Regu China dan Taiwan yang juga telah meraih juara 1 dan 2 Ckittakarchorn Cup akhirnya menjadi wakil Zone VI untuk mengkuti Venice Cup yang penyelenggaraannya berbarengan dengan Bermuda Bowl..
Sementara itu regu Junior yang terdiri dari Arwin Budiraharja sebagai Kapten Tidak Bermain dengan para pemain Leslie Gontha-Dirk Lumanauw, Bill Mondigir-Vabian Lasut dan Vecky Manoppo-Syamsul Hidayat walaupun sudah berusaha sekuat tenaga akhirnya harus tersingkir gara-gara 1 IMP. Pada session terakhir ketika melawan Jepang, Indonesia kalah 3 IMP yang berarti kalah 16-14 VP. Dengan kekalahan ini, Indonesia yang telah mengumpulkan 352,5 VP harus puas ditempat keempat dibawah China 376 VP, Jepang 353,5 VP dan Taiwan 353 VP.
Seandainya Indonesia pada pertarungan terakhir melawan Jepang hanya kalah 2 IMP atau 15-15 VP maka Indonesia akan berada di urutan kedua dan lolos mewakili Zone VI untuk mengikuti Kejuaraan Dunia Junior di Kanada Agustus mendatang.






Kejuaraan Open Pairs

Kubu Indonesia cukup terhibur ketika pasangan junior Leslie Gontha- Dirk Lumanauw  berhasil keluar sebagai juara kedua dan Roy E. Tirtadji walaupun kini lebih banyak bertindak sebagai pembina daripada bermain bridge berpasangan dengan penulis mampu  keluar sebagai juara III kejuaraan pasangan Pasific Asia Bridge Federation. Sebagai juara I diraih pasangan H.W. Wong-K.L. Choy dari Hongkong.
Pertarungan di Kejuaraan Pasangan yang diikuti 66 pasangan dibagi dalam2 session, babak pendahuluan dan babak final. 26  pasangan hasil babak pendahuluan ditambah 6 pasangan seeded dari China (sebagai penghargaan atas lolosnya kedua regu China ke Bermuda Bowl dan Venice Cup) bertanding di babak finall Pada pertaurangan babak final yang diadakan dengan sistim Barometer, kedua pasangan Indonesia tidak  mampu mengungguli pasangan H.W. Wong-K.L. Choy. Kedua pemain ini selalu unggul dalam pengumpulan angka.
Pemain-pemain Indonesia yang pernah menjadi juara open pairs PABF,Munawar Sawirudin-Irwan Rasyid (1990), Bert Toar Polii-George Soo (1994) dan Henky Lasut-Eddy Manoppo (1996)

Dua papan yang menarik dari kejuaraan ini:

Trump Coup
Indonesia vs Hongkong
Board 2                                               S KQ7
                                                           H  A10932
                                                           D  A1075
                                                          C 7
            S  J83                                                                          S  9654
            H  J8765                                                                      H  K
            D  J83                                                                         D ¨  9642
            C  32                                                                           C  J1065
                                                            S  A102
                                                            H  Q4
                                                           D ¨  KQ
                                                            C  AKQ984

Barat               Utara               Timur               Selatan
D. Sacul          Pauline Ling    Taufik A          Roger Ling                 
                                                P                      2D   (1)
P                      2NT (2)           P                      4NT (3)          
P                      5C   (4)            P                      5NT (5)
P                      6C   (6)            P                      7C                
(1) Multi
(2) Positive
(3) Tanya Ace.  (4) 2 Aces
(5) Tanya King  (6) 1 King

Roger Ling seorang pemain yang sangat berpengalaman dari Hongkong mampu menyelesaikan kontrak 7C secara manis memanfaatkan kesalahan kecil yang dibuat pemain kita. Menerima lead C2 dan Timur mainkan C10 ( CJ lebih baik, mengingat jarang sekali pemain berkelas akan lead dibawah J untuk kontrak slem).Berdasarkan analisa bahwa CJ ada di Timur maka Roger Ling cabut dua kali C main D KQ kemudian kemeja dengan HA, main DA ditangan “discard” HQ. Lanjutkan D yang di “ruff” dengan C8 kemudian main SA, SK, ruff ©
dan kemeja dengan SQ dan akhirnya main H dari meja, Timur kena trump cup. Suatu penyelesaian yang sangat indah.

Killing  Lead

Indonesia vs Thailand
Board 19                                 S  J102
                                                H AKQ8732
                                                D Void
                                                C J109
            S  Q954                                                                      S AK86
            H  5                                                                             H  94
            D  KJ82                                                                       D  AQ654
            C  AK64                                                                     C  73
                                                S  73
                                                H  J106
                                                D 10973
                                                C  Q852

Barat               Utara               Timur               Selatan
E. Manoppo    Adisorn K       H. Lasut          Pichai N                                 
                                                                        P
1D                   3H                   Dbl                  P
4S                  P                      4NT                 P
5D                  P                      6S                  All pass

6D merupakan kontrak terbaik buat pasangan Timur Barat tetapi karena utara preemptive 3H maka kontrak ini sulit dicapai.. Adisorn K seorang pemain sangat berpengalaman dari Thailand menemukan lead yang sangat mematikan H8 dan Pichai N tidak menemukan kesulitan, beralih menyerang D setelah menang dengan H10 untuk menggugurkan kontrak.