SYAIR: “MEJA HIJAU, LAUT BIRU – MAMUJU MENUNGGU”
Oleh: Tukang Bridge
Bukan sekadar turnamen… ini panggilan jiwa,
Ke Mamuju kita datang, bukan hanya bertarung angka,
Di balik setiap bid ada harga diri dan rasa,
Di balik setiap kartu… ada cerita bangsa.
Kejurnas memanggil, siapa berani datang?
Bukan untuk coba-coba, tapi pulang membawa menang,
Dari provinsi ke provinsi gengsi dipertarungkan,
Di meja hijau… mental benar-benar diuji habis-habisan.
17 sampai 26—bukan tanggal biasa,
Ini medan perang para pecinta logika,
Salah satu bid bisa jadi petaka,
Satu keputusan… bisa jadi legenda.
Tapi tunggu—ini bukan hanya soal juara,
Mamuju menawarkan lebih dari sekadar laga,
Teluk tenang, gunung megah, langit terbuka,
Main bridge… sambil jatuh cinta pada alamnya.
Selesai tanding? Jangan langsung pulang,
Ada senja Manakarra yang tak pernah bohong,
Ada Karampuang dengan laut yang terang,
Menghapus lelah… setelah battle yang panjang.
Di sini lawan jadi kawan,
Debat jadi tawa di malam yang hangat,
Analisa board sambil kopi berasap pelan,
Inilah bridge… bukan sekadar olahraga, tapi kehidupan.
Jadi kalau kau merasa pemain sejati,
Bukan cuma jago… tapi punya nyali,
Mamuju menunggu untuk kau buktikan diri—
Di meja… dan di perjalanan yang tak terlupakan ini.
Ayo siapkan tim Anda.
Kalau hanya ingin ikut… jangan datang.
Datanglah kalau siap dikenang.

No comments:
Post a Comment